TIDAK BOLEH KITA PASIF [1]


 

Pertanggungan jawab moral kita, tidak mengizinkan kita pasif. Terutama semua kita yang oleh umum dianggap mempunyai kedudukan pemimpin. Bencanalah yang akan menimpa kita semua apabila golongan pemimpin disaat seperti sekarang ini, asyik merawati, lalu mendandani kehidupan masing-masing, dan kemudian tenggelam di dalamnya, sedangkan teman-teman lainnya yang lebih lemah dibiarkan mencari nasib masing-masing.

Memang …..,

“Ada bedanya kita yang sudah dianggap orang pemimpin dari orang awam.”

Makanya kita yang dianggap orang pemimpin itu, ialah karena kita memiliki beberapa hal.

Kita memiliki dan seharusnya memiliki ;

(  Ke-Iman-an kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(  Daya pikir dan daya cipta

(  Cara hidup yang bersih

(  Akhlaq dan budi pekerti yang baik,

(  Rasa cinta kepada Agama, nusa dan bangsa umumnya,

(  Rasa setia kawan dan rasa tanggung jawab moril terhadap saudara mereka itu, yang telah pernah terhimpun dalam hubungan persaudaraan, sebagai pembawaan sejaran dan persamaan pandangan hidup, khususnya.

Yang kita miliki itu tidak dapat diukur dengan ukuran uang atau kekuatan lahir.

Akan tetapi tidak syak lagi, semua itu adalah modal dan tenaga pendorong…..


[1] Kunjungan Bapak M.Natsir ke Balai Kesehatan A’isyyiyah Padang tanggal 15/6/1968 hanya 10 menit dan dari peringatan itu dikutip Taushiyah.

 

About Buya Masoed Abidin

H Mas'oed Abidin, lahir di Kotogadang, Bukittinggi, tanggal 11 Agustus 1935, Pendidikan di Surau Rahmatun Niswan Kotogadang, Thawalib Lambah Lihat semua pos milik Buya Masoed Abidin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: